Saturday, December 7, 2019

Analisis Literatur Penatalaksanaan Trauma Servikal

Analisis Literatur Penatalaksanaan Trauma Servikal



Ketepatan Penatalaksanaan Trauma Servikal di Pre-Hospital yang utama pada kejadian trauma tulang belakang servikal yaitu pertama, segera menghubungi ambulan/ perawat emergensi terdekat dengan tempat kejadian. Kedua, selama menunggu perawat emergensi datang lakukan penatalaksanaan primary survey dengan pembebasan jalan nafas, mempertahankan pernafasan pasien, mempertahankan aliran darah ke jantung pasien. Ketiga, lakukan penatalaksanaan immobilisasi pada tulang belakang servikal. Penting untuk memperhatikan trauma tulang belakang servikal dan berhati-hati pada saat menggerakkan pasien, dengan memperhatikan pergerakan dari tulang belakang, hal ini bisa meminimalisir terjadinya trauma lanjutan (ARC, 2012). 

Khusus pada pasien yang mengalami penurunan kesadaran pertama pertahankan dahulu kepatenan jalan nafas sebelum mengkaji trauma tulang belakang. Untuk mempertahankan jalan nafas perhatikan posisi kepala harus pada posisi netral terhadap trauma tulang belakang servikal seperti jaw trust. Pertahankan posisi leher pasien ditempat datar dan pastikan pasien mempertahankan immobilisasi. Seandainya pernafasan pasien spontan dan cenderung mengalami penurunan kesadaran, lebih baik posisikan kaki lebih tinggi dari jantung sebagai posisi recovery (ARC, 2012, Carpico, 2007).

Pada kenyataannya Ketepatan Penatalaksanaan Trauma Servikal di Pre-Hospital masih kurang memadai untuk meminimalisir trauma dan dalam studi literatur yang menyebutkan dapat terjadi kerusakan saraf akibat imobilisasi yang kurang tepat. Pada saat melakukan Imobilisasi tulang belakang juga untuk mengetahui risiko yang terburuk bagi pasien dengan trauma tulang belakang servikal dan hal itu dapat memperlama waktu saat melakukan penatalaksanaan immobilisasi menjadikan hambatan ketepatan waktu pengiriman pasien ke rumah sakit. Untuk mengatasi hal tersebut sejumlah teknik imobilisasi tulang belakang yang tepat dapat digunakan yaitu (ARC, 2012. Waninger, 2011) :

Pedoman In-line Stabilisasi

Perawat dapat memberikan stabilisasi manual dengan berdiri di belakang korban dengan berlutut di atas kepala korban yang diterlentangkan. Perawat harus memegang kepala korban, sementara menstabilkannya dengan cara mengunci siku perawat atau beristirahat siku di kepala pasien. Tujuannya adalah untuk mempertahankan kepala korban dalam posisi netral sejajar dengan tubuh , sehingga menghindari gerakan abnormal secara mendadak. Bila pada pasien dewasa tanpa trauma, bantalan di bawah kepala untuk mengangkat 2cm diatas tingkat tubuh untuk mengoptimalkan posisi kepala sejajar terhadap tulang belakang servikal (Pimentel, 2010. Waninger, 2011).

Penggunaan servical Colar

Penatalaksanaan ini hanya boleh digunakan oleh perawat terlatih karena perawat harus mampu melakukan dengan akurat menentukan ukuran dan ketepatan cara memasang. Bila perawat mampu melakukan dengan tepat dan cepat akan mengurangi waktu yang diperlukan untuk immobilisasi pada fase pre hospital. Penahan yang paling umum digunakan dibuat dari plastik keras , dengan bantalan busa yang lembut , dan dipasangkan pada leher korban untuk menjaga tulang belakang bagian servikal dalam posisi netral dan mencegah pergerakan kepala secara mendadak. Sama halnya pada manual in-line stabilisasi harus dipertahankan kepatenan servical colar (ARC, 2012. Meek, R., McGannon, D., & Edwards, L. 2007).

Spinal boards

Menggunakan sebuah papan kaku ditempatkan di bawah pasien digunakan oleh perawat untuk memindahkan pasien bila diperlukan. Sebelum perawat memindahkan dengan spinal board pasien seharusnya sudah memakai colar brace di tempat kejadian dan hal ini dimaksudkan untuk mempertahankan pergerakan kepala leher saat perawat memindahkan pasien dengan spinal board (Pimentel, 2010).

Log roll

Menggunakan tehnik manuver dilakukan oleh tim yang terlatih, untuk memindahkan pasien dari posisi telentang ke arah penolong, dan kemudian ditelentangkan lagi, hal ini digunakan untuk memeriksa adanya trauma di tulang belakang atau untuk menempatkan papan spinal board (ARC, 2012).

Ketepatan Penatalaksanaan Trauma Servikal di Pre-Hospital harus memperhatikan Trauma tulang belakang bagian servikal pada pasien yang sadar maupun yang mengalami penurunan kesadaran memiliki penyulit pada penatalaksanaannya. Sebagai langkah antsisipatif hendaknya perawat bila menemui pasien yang mengalami trauma akibat kecelakaan, jatuh atau pukulan dianggap sebagai penyebab trauma tulang belakang servikal. Ketepatan saat penatalaksanaan dianggap penting agar mengurangi lamanya waktu pada fase pre-hospital, untuk itu perawat emergensi harus memiliki keahlian penanganan pada trauma tulang belakang dengan in-line immobilisasi, pemasangan colar brace, spine boards dan log roll dengan tepat.

Referensi :

Advanced Paediatric Life Support (2011).
Australian Resuscitation Council. 2012. Guideline 9 : management of suspected spinal injury
Brohi, K. 2002. Spine trauma. URL : (5 September 2013) http://trauma.org/archive/spine/cspine-eval.html
Blackham, J., & Benger, J. (2001). Why do we put cervical collars on conscious trauma patient? scanadian journal of trauma 17, 44.
Campbell, Jhon Pe. 2004. Basic Trauma Life Support. New Jersy : Person Prentice Hall
Carpico, B. (2007). Suspected cervical spine injury. Nursing Journal, 37(3), 88.
Davenport,M. 2009 . Fracture cervical spine. (5 September 2013) URL : http://emedicine.medscape.com/article/824380-overview
Jones, c. (2012). Assessment and Management of a Child with Suspected Acute Neck Injury. Nursing Children and Young People, 24(3), 29-33
Meek, R., McGannon, D., & Edwards, L. (2007). The Safety of Nurse Clearance of the Cervical Spine using the National Emergency X-Radiography Utilization Study low-risk Creiteria. Emergency Medicine Australasia 19, 372-376.
Pimentel, L. (2010). Evaluation and Management of Avute Cervical Spine Trauma Emergency Medicine Clinic, 28(4), 719-738.
Waninger, K. (2011). Cervical Spine Injury Management in the Helmeted Athlete. Current Sports Medicine Reports, 45-49.

No comments:

Post a Comment